Pentingnya Business Analytics pada Suatu Bisnis
Untuk mewujudkan nilai bisnis baik di awal maupun dalam jangka panjang, suatu perusahaan perlu menerapkan analitik ke dalam produksi. Sebelum analitik apa pun dapat digunakan, hasil model analitik perlu divalidasi untuk akurasi. Definisi Business Analytics adalah proses menggunakan metode kuantitatif untuk memperoleh makna dari data untuk membuat keputusan bisnis yang tepat.
Ada 4 metode utama dalam Business Analytics:
- Deskriptif: Penafsiran data historis untuk mengidentifikasi tren dan pola
- Diagnostik: Penafsiran data historis untuk menentukan mengapa sesuatu terjadi
- Prediktif: Penggunaan statistik untuk meramalkan hasil masa depan
- Preskriptif: Penerapan pengujian dan teknik lain untuk menentukan hasil mana yang akan memberikan hasil terbaik dalam skenario tertentu
Keempat jenis metode analitik bisnis ini dapat digunakan secara individual atau bersamaan untuk menganalisis upaya masa lalu dan meningkatkan kinerja bisnis di masa depan.
Business Analytics yang sudah selesai dijalankan akan memberikan manfaat pada suatu organisasi, yaitu:
- Mendukung perencanaan strategis
- Menciptakan keunggulan kompetitif
- Memberikan nilai taktis
Business Analytics memiliki peran penting pada perencanaan strategis yang meliputi:
1. Perspektif tradisional: Analisis SWOT
2. Perspektif Eksternal: Lima Kekuatan Porter
3. Perspektif Internal: Pandangan Berbasis Sumber Daya Perusahaan
4. Perspektif Pasar: Model Delta Wilde dan Hax
Masing-masing pendekatan ini menyediakan proses terstruktur untuk mengidentifikasi dan memelihara diferensiasi kompetitif.
Untuk menjalankan Business Analytics pada suatu bisnis organisasi, dibutuhkan peran Business Analyst. Peran Business Analyts penting dalam konteks organisasi tapi tanggung jawabnya bukan eksklusif. Mereka bekerja pada beberapa posisi, seperti Loan Officer, Marketing Analyst, atau Merchandising Specialist.
Business Analyst terbiasa dengan analitik dan mungkin terlatih pada banyak tools. Walaupun demikian, mereka lebih memilih tools yang mudah seperti SAS Enterprise Guide, SAS Enterprise Miner, SPSS Statistics, atau yang lainnya. Dalam banyak kasus, produk kerja seorang Business Analyst adalah laporan yang merangkum hasil analisis. Produk kerja juga dapat berupa keputusan, seperti volume barang dagangan hingga keputusan pinjaman yang kompleks. Business Analyst jarang menghasilkan model prediktif untuk penerapan produksi karena metode kerja mereka cenderung tidak seketat dan selengkap Power Analyst.
Walaupun suatu bisnis tidak selalu membutuhkan Business Analytics dalam berinvestasi, seseorang harus selalu menjalankan tugas Business Analytics. Namun, seorang Business Analyst sangat penting untuk membantu menyelesaikan suatu projek. Dengan kata lain, seseorang akan tetap melakukan pekerjaan Business Analytics, tetapi yang menjadi pertanyaannya adalah, seberapa teliti? Jawabannya adalah serahkan pada orang yang profesional dan berpengalaman di bidangnya.
Daftar Pustaka:
https://online.hbs.edu/blog/post/importance-of-business-analytics
https://www.asthait.com/insights/could-a-project-run-without-a-business-analyst/
Chambers, Michele., Dinsmore, Thomas W.. (2014). Modern Analytics Methodologies: Driving Business Value with Analytics. New Jersey: Pearson Education.
Stubbs, Evan. (2011). The Value of Business Analytics: Identifying the Path to Profitability. New Jersey: Joh Wiley & Sons.
